Rahasia Malam Lailatul Qadar

Sepertiga akhir bulan ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan & keutamaan serta pahala yang amat berlimpah. Di malam sepertiga bulan ramadhan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Dahulu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi waktu lainnya

Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al Qadar: 1 - 5]

Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya ayat Al Qur’an) di atas adalah:

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus.
Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut.
Maka Allah menurunkan ayat ini (QS. Al Qadr: 1-3) yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama seribu bulan itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Al Wahidi, yang bersumber dari Mujahid)

Para sahabat kagum dan iri karena lelaki Bani Israel tersebut selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan) selalu beribadah dan berjihad kepada Allah karena sejak lahir dia sudah berada di atas agama yang lurus.
Sedang para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan Nabi, banyak yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih.
Sehingga sisa waktu mereka hanya 20-30 tahun saja.
Tak bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.

Karena itulah turun ayat di atas.
Jika ummat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan.
Karena itu perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur’an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar.

Kapan Malam Lailatul Qadar itu Terjadi?

Malam Lailatul Qadar terjadi pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29):
Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan:

Aisyah r.a. berkata, :

“Rasulullah saw ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau saw bersabda :

‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” [HR Bukhari dan HR Muslim]

Kenapa mencari malam Lailatul Qadar pada 10 atau 7 hari terakhir (ganjil/genap)?
Kenapa tidak 5 hari ganjil yang terakhir saja?
Saat ini banyak kelompok masih berbeda penetapan 1 Ramadhan.
Ada yang misalnya tanggal 1 bulan X Masehi.
Ada pula yang tanggal 2.
Jadi tidak jelas mana yang ganjil dan yang genap.
Lebih aman kita tetap giat di 10 malam terakhir entah itu ganjil/genap.

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda:

“Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan.
Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.” [HR Bukhari]

Apa Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar?

Dari Ubay ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda :

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR Muslim ).

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah saw beliau bersabda :

“Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana).” (HR Muslim)

Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda :

“(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR Thayalisi, Ibnu Khuzaimah, Bazza sanadnya hasan).

Bagaimana Cara Mengisi Malam Lailatul Qadar?

Nabi Muhammad saw ber-i’tikaf (tinggal di masjid) pada 10 malam terakhir:

Aisyah r.a. berkata :

“Nabi saw apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau.” [HR Bukhari]

Di masjid beliau saw shalat wajib dan sunnah, membaca Al Qur’an, berzikir, berdo’a, dan sebagainya.

Nabi saw biasa melakukan shalat sunnat malam (Tarawih) pada bulan Ramadhan:

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda :

“Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.” [Hr Bukhari]

Doa Malam Lailatul Qadar:

Dari ‘Aisyah ra bahwa dia bertanya:
Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut?
Beliau saw bersabda: bacalah :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku” (Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud).

Ciri-ciri Orang yang Mendapat Malam Lailatul Qadar

Ciri-ciri dari orang yang mendapat Malam Lailatul Qadar adalah dia ibadahnya lebih rajin daripada sebelumnya.
Dia jadi lebih rajin shalat, puasa, sedekah, dsbnya.
Tidak berani mengerjakan hal-hal yang maksiat.
Tidak mungkin dia mabuk-mabukan, berjudi, atau pun mendekati zina.

Semoga kita semua dianugerahi dan diridhoi oleh Allah swt untuk mendapatkan malam lailatul qadar dibulan Ramadhan ini ,aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>