Ngidam

Hampir semua orang dewasa Indonesia mengenal atau setidaknya pernah mendengar istilah NGIDAM. Ketika mendengar ngidam maka yang terbersit dalam benak kita adalah wanita hamil yang memiliki keinginan “aneh-aneh”. Tak heran, ngidam mengingatkan para suami (yang istrinya pernah hamil) akan kenangan buruk manis saat sang istri ngidam.

Serba-serbi seputar “apa” yang diminta seorang istri kepada suaminya merupakan pengalaman menarik tersendiri bagi para suami. Para pembaca bisa menuliskannya di posting, diskusi (komen) atau berbagi pengalaman. Bagi para pembaca bujangan ataupun gadis, boleh ikutan

PENGERTIAN
Ngidam adalah tidak stabilnya emosi karena adanya perubahan fisik, hormonal dan psikis pada wanita hamil.

Ngidam pada umumnya digambarkan sebagai keinginan wanita hamil pada makanan tertentu di luar kebiasaan (sewaktu tidak hamil). Di sinilah persoalan kadangkala timbul, terutama jika yang diminta adalah makanan (atau buah) yang sulit didapat atau malah langka, ditinjau dari segi jenis maupun waktu.

Sebagai contoh, seorang wanita hamil tiba-tiba minta buah dondong tengah malam (harus segera dituruti tuh). Iya kalau punya pohon dondong sedang berbuah, lha kalau tidak musim sedangkan pasar tutup bisa dibayangkan betapa ngenesnya sang suami. Di lain pihak harus segera berangkat untuk mendapatkannya (dondong). Duhhhh !!!

PENYEBAB
Hingga kini belum ada rumusan pasti terkait penyebab timbulnya ngidam pada wanita hamil. Diduga berhubungan dengan perubahan hormon dan masalah psikis.

Seperti halnya “keanehan” apa (makanan) yang diinginkan (diminta), penyebab ngidam masih sebuah misteri. Pernah ada anggapan bahwa ngidam berhubungan dengan reaksi tubuh terhadap kekurangan nutrisi (vitamin, mineral, karbohidrat, dll) saat hamil, namun anggapan ini tidak dapat dibuktikan. Kenyataannya tidak semua wanita hamil yang ngidam kurang nutrisi dan tidak semua wanita hamil yang kurang nutrisi mengalami ngidam.

Kita berharap para ahli dapat menguak misteri di balik ngidam.

ANGKA KEJADIAN
Disinyalir, sekitar 55%-80% wanita hamil mengalami ngidam makanan tertentu, dan sekitar 45-65% wanita hamil menolak makanan tertentu. ( MT Indarti )

Kondisi ini (ngidam dan penolakan terhadap makanan tertentu) biasanya terjadi pada 3 bulan (trimester) pertama masa kehamilan, namun dapat terjadi pada bulan berikutnya.

MENYEDIAKAN YANG TAK TERSEDIA
Kendati ngidam dan penolakan terhadap makanan tertentu dapat dihiraukan, sungguh tidak mudah untuk mengetrapkannya. Dengan kata lain, boleh jadi seorang wanita hamil menyadari sepenuhnya bahwa keinginan “aneh”-nya tidak harus dituruti, namun kekecewaan acapkali menerpa saat apa yang diinginkan tidak tersedia.

Apakah setiap ngidam harus dituruti?
Boleh, sepanjang tidak menimbulkan gangguan pada janin (alasan pertama) dan tidak menyulitkan dalam pemenuhannya (alasan kedua).

Alasan pertama mengacu kepada masalah keamanan, artinya kita tidak harus memenuhi keinginan (ngidam) jika makanan yang diminta membahayakan janin dan kesehatan si wanita hamil, misalnya minta pil k0plo. *contoh ekstrim* :P

Adapun alasan kedua lebih kapada pertimbangan cara mendapatkannya. Betapa sulitnya jika yang diminta misalnya pisang di waktu tengah malam, sementara di rumah tidak tersedia dan pasar tutup. Amboiii !!!

Nah, sebagai jalan tengah mungkin bisa ditempuh cara lain, yakni dengan memberikan (makanan) pengganti ngidam atau mengalihkannya pada kegiatan lain(seperti membaca, olahraga ringan, rekreasi, mendengarkan musik, melukis, dll. *ngeblog?*). Apa bisa ?

Untuk temen-temen lelaki:
Terlepas dari persoalan ngidam, perlu disadari bahwa wanita hamil patut mendapatkan perhatian lebih, misalnya …. ehm. *ready for you, my dear* ;)

Tambahan (cerita):
Pernah seorang teman sejawat wanita mengatakan bahwa saat hamil ia tidak bisa berdekatan dengan sang suami lantaran hidungnya menjadi sensi terhadap bau sang suami. Kendati suaminya mandi kembang dan berparfum sewangi apapun, pokoke ™ gak mau (ogah) berdekatan. Ngenesss :(

 

http://cakmoki86.wordpress.com/2007/05/28/ngidam/#more-197

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>