Jangan Tularkan Bakteri ke Piring Makanan

Salah satu peranan yang akrab dimainkan oleh ibu rumah tangga masa kini selain memasak dan mengurus isi rumah tentunya adalah mencuci piring kotor dan perlengkapannya seusai memasak. Kegiatan yang seharusnya cukup mudah dilakoni ini seringkali akhirnya jadi salah satu agenda yang membuat malas para ibu.

Selain pemilihan sabun pencuci piring yang tepat, memilih sabut pencuci memang termasuk perkara gampang susah. Bila zaman dulu masih banyak orang menggunakan sabut kelapa sebagai medium untuk mencuci alat-alat makan dan peralatan memasak, hadirnya spons berbahan nilon sebagai pengganti sabut kelapa memang dinilai telah banyak membantu para ibu yang harus berkutat dengan proses cuci mencuci di basin ini.

Sayangnya hingga kini banyak ibu yang tidak tahu bagaimana merawat spons nilon pencuci yang ditawarkan dalam berbagai merek ini.

“Banyak ibu yang memiliki kebiasaan merendam sabut spons ini ke dalam air sabun setelah dipakai, hal ini akhirnya membuat sabut menjadi basah dan menjadi tempat hinggap bakteri dari kotoran makanan yang masih menempel di sabut”, kata Alfia Wardah dari Division Head Home Care 3M Indonesia yang membawahi brand sabut pencuci Scotch Brite di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Alfia, sebaiknya seusai mencuci peralatan makan dan memasak, sabut ini dibersihkan dari kotoran untuk kemudian dikeringkan. Sehingga, sabut pencuci tidak berkarat dan menjadi tempat tinggal bakteri serta jamur. “Sabut cuci memang diciptakan untuk memudahkan para ibu yang berkutat di dapur, namun perawatan yang tepat tentunya akan membuat sabut ini lebih tahan lama serta melindungi keluarga dari bahaya bakteri membahayakan”, ucap Alfia lagi menambahkan.

Sabut cuci sendiri terbagi dalam berbagai warna dan bahan yang disesuaikan untuk kebutuhan masing-masing rumah tangga. Aneka macam warna ini terdiri dari hijau dan lapisan kuning yang biasa digunakan untuk mencuci peralatan makan pada umumnya, sedangkan sabut pencuci berwarna putih didedikasikan khusus untuk peralatan makan serta memasak yang terbuat dari bahan yang cukup rapuh seperti kristal atau bahan plastik dengan sablon.

Ada juga sabut pencuci yang berbahan stainless dengan bentuk seperti untaian kalung manik-manik, yang berguna untuk mencuci berbagai peralatan memasak kelas berat dengan noda membandel yang menempel seperti di balik wajan atau panci. Khusus untuk para ibu yang ingin mencuci alat memasak anti-lengket gunakan sabut berwarna biru yang tidak akan menggores lapisan anti-lengketnya.

Pilihan aneka sabut cuci ini akhirnya akan membuat pekerjaan turun ke dapur seusai proses memasak menjadi sebuah ritual menyenangkan yang tidak perlu ditakuti lagi oleh para ibu. Memilih sabut cuci yang tepat selain membuat pekerjaan lebih cepat selesai tentunya akan menghemat pengeluaran rumah tangga.

sumber : VIVAnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>